Dua letusan besar terjadi pada Kamis malam, 15 Juli 2011 telah menyebabkan peningkatan yang signifikan pada jumlah pengungsi internal (IDP) di Tomohon Utara Kecamatan. Bahan vulkanik merambat ke utara Kabupaten Tomohon, jauh dari daerah perumahan dan telah membakar hutan di dekat gunung berapi.
Mt. Lokon spewing lava and searing ashes burning surrounding forest and forcing 4455 people who live 3.5 km away from the volcano to flee.
(Credit: Jemmy/ Antara)
Bahan vulkanik tersebut tidak menimbulkan kerusakan atau korban, namun total 4,455 orang dari Kinilow, Kinilow I, dan Kakaskasen dusun telah didesak untuk mengungsi ke enam lokasi evakuasi yang berbeda yang ditunjuk pemerintah di Kabupaten Tomohon. "Setelah mendengar beberapa letusan, keluarga saya dan saya bergegas meninggalkan rumah. Kami sangat takut dan tidak siap, "kata Delce (43) yang sekarang berlindung di sebuah SMP bersama dengan tiga anaknya dan seorang suami. Para pengungsi saat ini menempati tempat penampungan pada malam hari dan kembali ke rumah mereka di siang hari untuk mengumpulkan makanan, air, air minum dan perlengkapan lain dan untuk mandi. Sekolah telah ditutup karena pengungsi menempati bangunan sekolah dan menurut Badan Pengelolaan Bencana Daerah (BPBD) sekolah akan dibuka setelah pengungsi dipindahkan ke gedung Dinas Sosial dan taman kota akhir pekan ini. Sekolah Tinggi Kristen dengan 1,302 pengungsi adalah tempat berlindung yang paling ramai.
BNPB memberikan 20 karung tikar, 5 karung selimut, 2 karung terpal, 5 karung tenda, dan 5 karung tiang tenda. PMI juga menyediakan tikar dan selimut di setiap tempat penampungan evakuasi. Namun, dilaporkan bahwa tidak semua pengungsi telah menerima pasokan ini.
Meskipun ada indikasi bahwa beberapa pengungsi mengalami infeksi saluran pernapasan atas, masyarakat yang terkena dampak tidak didesak untuk memakai masker. Dalam hal ini, Pusat Krisis Kesehatan menyediakan pemeriksaan medis dan perawatan pada setiap lokasi pengungsian. Namun, mereka kekurangan vitamin.
Dinas Sosial telah mendirikan dapur umum di tempat penampungan masing-masing untuk melayani makanan dan kebutuhan pengungsi bergizi, tidak termasuk yang terletak di SMA Kristen 2 dimana Palang Merah Indonesia telah membuka satu dapur umum. "Makanan dan air minum akan cukup untuk dua minggu," kata Agil Al Munawar, Menteri Urusan Sosial.
Makanan dan air minum untuk pengungsi telah disimpan dan didistribusikan melalui pos mendukung BPBD di setiap lokasi. Dapur umum menyediakan bubur untuk anak-anak balita, tetapi tidak menyediakan makanan khusus untuk para orang tua.
Penampungan masing-masing telah dilengkapi dengan fasilitas air dan sanitasi. Namun, dengan sejumlah besar pengungsi, pemerintah seharusnya mendirikan lebih banyak jumlah fasilitas air dan sanitasi. Untuk pasokan air tangki air, 2000 liter/ lokasi disediakan dan disuplai oleh PDAM, perusahaan air milik negara. Hygiene kit merupakan kebutuhan mendesak bagi IDPs karena BPBD saat ini berfokus lebih pada kebutuhan dasar lainnya seperti makanan dan air minum.
Tahap darurat telah dimulai pada 11 Juli 2011. "Status Gunung Lakon tidak akan diturunkan sampai kita selesai mengevaluasi kegiatannya pada tanggal 17 Juli 2011, "kata Dr Surono, kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Sampai saat itu, para pengungsi masih akan tinggal di penampungan. Surono menambahkan "Mt. Lokon memiliki karakteristik unik karena dipengaruhi oleh aktivitas delapan gunung berapi aktif lain dan dua gunung berapi yang aktif di bawah laut. "
Church World Service is a member of
Contacts:
Dino Satria
Emergency Response Coordinator
Ph. +62 811 266330
Email: dinosatria@cwsindonesia.or.id
Ilmi Suminar
Communication Coordinator
Ph. +62 817 002 1284
Berita yang berkaitan