Poso - Church World Service Indonesia baru saja melakukan survei kesehatan dan gizi dasar di tiga kecamatan Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada bulan Oktober 2011. Temuan menunjukkan bahwa 58% dari responden anak-anak balita menderita anemia (HB <11 g / dl). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia/ WHO, status ini jatuh ke kategori prevalensi tinggi, sehingga perlu intervensi untuk mengurangi jumlah anak dengan anemia.
Kabupaten Poso adalah salah satu dari tiga daerah di mana CWS Indonesia saat ini menerapkan program Vitalita yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi anak balita melalui ditaburi konsumsi multivitamin dan mineral, Vitalita, serta promosi kesehatan dan gizi.
During the training midwives were given opportunity to practice facilitating info session to mothers of Batalembah Village in Poso District. A total of 37 midwives participated in the health and nutrition training.
(Beno Peuru/ CWS Indonesia)
Strategi telah dibentuk untuk melaksanakan program. Membangun hubungan baik dan kerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat, khususnya bidan, adalah salah satu kunci keberhasilan. Peran bidan adalah penting dalam pelaksanaan program untuk membantu kader posyandu pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak.
CWS mengadakan pelatihan kesehatan dan gizi selama empat-hari untuk tiga puluh tujuh bidan dari tiga puluh dua desa sasaran di Poso pada tanggal 28 November sampai 1 Desember 2011. Dimulai dengan hasil dari presentasi baseline survei, pelatihan yang diberikan banyak informasi tentang kesehatan, gizi, serta pada Vitalita, multivitamin yang telah diperkaya dengan mineral.
Dr Jein, Kepala Divisi Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Poso dalam pidato pembukaannya menyatakan, "Departemen Kesehatan sangat mendukung Program Vitalita." Program serupa telah menutupi beberapa daerah di Indonesia, tetapi Poso menurut Dr Jein "Pendanaan untuk gizi yang berhubungan dengan program atau kegiatan yang sangat minimal dan tidak ada alokasi biaya bagi kader di Poso," tambahnya. "Karena dana yang terbatas, kami gunakan untuk melakukannya dengan cara tradisional, tidak ada tes hemoglobin. Kami melihat tampilan anak-anak untuk menentukan apakah iya atau tidak mereka menderita anemia," jelas dr. Jein.
Dinas Kesehatan juga sangat menghargai CWS untuk survei dasar yang mengungkapkan prevalensi anemia jadi follow-up dapat dilakukan segera. Hasil survei juga akan digunakan sebagai referensi untuk merencanakan program Dinas Kesehatan di masa depan.
Children growth and development also depend on parents' caring practices. Therefore the training also covered good caring practices. The participants practiced making healthy and nutritious daily menu for children underfive.
(Beno Peuru/ CWS Indonesia)
Dalam pelatihan ini para bidan aktif berpartisipasi. Mereka menggunakan kesempatan ini tidak hanya untuk memperoleh pengetahuan dan informasi tetapi juga untuk berbagi pengalaman mereka berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak dan juga sebagai kebiasaan dan perilaku kesehatan masyarakat. Mereka juga diperkenalkan dengan flipchart Vitalita bahwa CWS berkembang untuk membantu para kader dan petugas kesehatan untuk menjelaskan tentang anemia, gizi, dan Vitalita ke khalayak yang lebih luas, ibu terutama ditargetkan. Tidak hanya teori, para peserta mendapat kesempatan untuk berlatih memberikan sesi info di Batalembah Desa Pantai Selatan Kabupaten Poso menggunakan flipchart.
Meyni T. Andih - bidan dari Desa Dewua - mengatakan, "Pelatihan ini sangat berguna bagi saya karena saya mendapatkan pengetahuan dan wawasan tentang kesehatan ibu dan anak dan gizi saya juga dapat berbagi pengalaman dengan sesama bidan dan fasilitator.." "Saya berharap dalam program CWS Indonesia yang akan datang kita dapat lebih terlibat dalam setiap tahapan kegiatan," tambahnya. Meyni juga menunjukkan bahwa ia dan rekan-rekan bidan akan mendapat manfaat dari yang lain kesehatan dan gizi kapasitas program pembangunan untuk meningkatkan layanan mereka kepada masyarakat.
Para bidan peserta berkomitmen untuk bekerja keras bersama dengan kader dan Bantuan Kesejahteraan Keluarga atau PKK anggota untuk mendapatkan orang tua dan anak-anak di bawah lima bergabung dengan kegiatan dan untuk meningkatkan status gizi anak balita anemia. "Melalui program ini kami berharap bahwa anak-anak di Poso dapat lebih sehat dan kebutuhan gizi mereka terpenuhi dan Pertumbuhan dan perkembangan mereka dapat dimonitor secara teratur."
Berita yang berkaitan