Pengarusutamaan Gender program dari Badan Pemberdayan Perempuan Dan Keluarga Berencana / BPP dan KB di Kabupaten Poso - telah menyelenggarakan "Children of Peace Komunikator Pelatihan Fasilitator." Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan peran mahasiswa dan anak-anak untuk menjadi agen perdamaian dalam keluarga, sekolah dan masyarakat di Kabupaten Poso.
Untuk pelatihan ini, BPP dan KB Kabupaten Poso secara khusus meminta CWS Indonesia di Poso, diwakili oleh Vini Wardhanie (Senior Program Officer untuk Dukungan Psikososial), untuk memfasilitasi pelatihan yang diadakan dari 24-26 Mei 2010 di Hotel Bambu Jaya, Poso. Pelatihan meliputi Dasar Teknik Komunikasi, Mendengar Aktif, Dasar Teknik Fasilitasi, dan Pengenalan Psikososial dan Berpacaran Sehat untuk remaja. Materi-materi tersebut menerima tanggapan positif dari 45 peserta remaja (14 laki-laki dan 31 perempuan) dari sembilan SMA (umum dan sekolah kejuruan di Poso), serta dari organisasi anak-anak dan staf BPP dan KB.
Peserta secara aktif terlibat dalam diskusi, permainan, berbagi pengalaman dan studi kasus. Para peserta juga memainkan peran dengan penuh percaya diri sebagai fasilitator pada saat sesi bermain peran meskipun dengan waktu persiapan terbatas.
Ketersediaan informasi yang memadai, kemampuan untuk berkomunikasi secara tegas, memiliki pengetahuan psikososial, akses terhadap aktualisasi diri dan membangun penghargaan-diri dapat memberikan ruang bagi remaja untuk berperan aktif dalam membangun perdamaian di tanah Sintuwu Maroso (Poso).
Topik "Hubungan Kencan Sehat" penting karena hubungan berpacaran biasanya dimulai selama masa remaja. Topik ini mempromosikan Anti Kekerasan di masa berpacaran, yang belum mendapat perhatian yang cukup, karena kasus yang dilaporkan sangat terbatas. Kekerasan dalam berpacaran berdampak serius pada kondisi psikososial individu.
BPP dan KB juga memperkenalkan materi-materi tentang Hak Anak dan UU Perlindungan Anak No 23, 2002 untuk memberikan edukasi pada remaja bahwa mereka dilindungi oleh hukum dan juga untuk mendorong mereka untuk berperilaku secara bertanggung jawab dan tidak hanya menuntut hak-hak mereka.
"Pelatihan ini sangat baik dan membantu kami, para siswa, untuk memahami hak-hak kami dan bagaimana berkomunikasi dengan baik di sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat dan juga untuk mendorong kita untuk memahami masalah yang dihadapi pada tahun-tahun masa remaja kita. Saya berharap di masa depan akan ada kegiatan yang seperti ini, yang akan meningkatkan rasa percaya diri kita karena kita dilatih untuk berbicara di depan umum, dan juga memperkaya pengetahuan kita karena kita tidak menerima bahan tersebut di sekolah, "kata Moh. Iqbal ( SMAN 3 siswa, Poso).
Berita yang berkaitan