Berita CWS

Staf CWS Berparticipasi dalam PElatihan Pertanian Permakultur dan Berkelanjutan

Rabu, 23 Juni 2010

CWS Indonesia berpartisipasi dalam pelatihan Permaculture dan Pertanian yang Berkelanjutan di Bali, 07-12 Juni, 2010, difasilitasi oleh Yayasan IDEP, LSM nasional yang menangani kebutuhan mendesak dalam produksi makanan yang berkelanjutan dan manajemen sumber daya serta mempromosikan pendidikan lingkungan untuk hidup yang berkelanjutan.
Permaculture atau pertanian yang berkelanjutan adalah sebuah pendekatan holistik dalam mengelola pertanian dan peternakan. Etika utamanya adalah untuk pemeliharaan bagi masyarakat, dunia dan masa depan, dan pokok dasarnya adalah bekerja dengan alam dan budaya lokal untuk mencapai perlindungan/ konservasi lingkungan dan alam.

participants receive education on planting technique
participants receive education on planting technique
(M. rizal kaniu)

Pelatihan Permaculture dan Pertanian yang Berkelanjutan bertujuan untuk memberikan peserta pengetahuan tentang prinsip-prinsip etika dan permaculture, untuk meningkatkan gaya hidup yang berkelanjutan dalam masyarakat, dan mengidentifikasi peluang strategis untuk menerapkannya dalam masyarakat. Peserta diharapkan untuk dapat menerapkan rancangan dan perencanaan permaculture, kompos, menghemat benih, rehabilitasi tanah, memiliki pengetahuan tentang manajemen hama terpadu serta pengelolaan limbah dasar.

 Metode yang digunakan dalam pelatihan enam-hari tersebut adalah diskusi, presentasi, menonton film dokumenter yang terkait dengan permaculture, dan praktek langsung yang mengikuti setiap presentasi materi. Materi yang disampaikan adalah pengenalan dasar permaculture dan pertanian, pengenalan pola permaculture alam dan desain, sistem pertanian organik, kontur tanah, filter air, pengolahan air dan pengelolaan taman air, pengelolaan sampah rumah tangga, pengelolaan tanah dan sistem rehabilitasi tanah, pengenalan terhadap penanaman beras dengan menggunakan metode SRI (Sistem Intensifikasi Padi), pengenalan jenis dan bahan untuk membuat kompos, dan teknologi dalam pemberantasan hama terpadu.

Sodotonafo Waruwu, salah satu CWS Indonesia peserta dari Nias, Sumatera Utara, sangat terkesan dengan pelatihan ini, "Saya mendapatkan begitu banyak pengetahuan dan pengalaman, dan ada begitu banyak hal baru saya terima dari pelatihan, misalnya untuk pertanian organik dan pemupukan, tanah atau kontur tanah, pengelolaan sampah dll, tapi pelajaran yang paling menarik bagi saya adalah penanaman padi dengan metode SRI. saya telah menunggu lama untuk mempelajari lebih banyak tentang metode SRI di mana dengan sedikit penggunaan bibit dan waktu efisien dapat menghasilkan hasil yang berlimpah, "dia menjelaskan.

"Saya percaya bahwa ketika permaculture diterapkan dalam masyarakat, akan ada hasil positif di masyarakat, pengetahuan terutama meningkat pada pertanian berkelanjutan, peningkatan pendapatan masyarakat dan masyarakat akan dapat memaksimalkan penggunaan lahan kosong di hortikultura pertanian. Hal ini akan meningkatkan status gizi terutama anak-anak, belum lagi manfaat tanah dan konservasi alam, "jelas Waruwu.

M. Rizal Kaniu, CWS staf dari Poso, Sulawesi Tengah juga terkesan dengan pelatihan tersebut, "Pelatihan meningkatkan pengetahuan kami dalam menciptakan pertanian yang berkelanjutan untuk menjaga alam agar tetap aman. Ini adalah sebuah pendekatan holistik dalam meningkatkan kualitas hidup manusia yang ramah lingkungan dan dapat diterapkan tidak hanya pada sektor pertanian dan peternakan, tetapi juga dalam penyediaan air, perumahan, kesehatan, pengelolaan sampah, energi, akuakultur, sungai dan konservasi hutan, dll. Dalam sektor mata pencaharian yang keberlanjutan, pendekatan permaculture adalah alternatif yang penting dalam memproduksi makanan organik yang sehat, energi dan lingkungan yang sehat serta mengembangkan ekonomi berkelanjutan, "katanya.

Blasius Halek, CWS Indonesia staf dari So'e, Timor Tengah Selatan Kantor, menyatakan bahwa pendekatan permaculture adalah pendekatan yang cocok untuk program Livelihood CWS ', "pertanian konvensional menggunakan pestisida dan pupuk kimia sangat merusak lingkungan dan kesehatan masyarakat, tapi pendekatan permaculture memulihkan kerusakan yang telah dilakukan melalui kegiatan pertanian terpadu. CWS. telah menerapkan beberapa teknik pertanian organik seperti pupuk organik dan pestisida dan konservasi tanah dan air. Pelatihan ini akan memperkuat usaha kita dan meningkatkan pengetahuan kita, serta memberikan motivasi yang kuat untuk kegiatan program di lapangan, "dia menyampaikan.

"Saya sarankan bahwa CWS mengadopsi dan menerapkan pendekatan permaculture dalam program livelihood CWS pada masyarakat yang dibantu, dari skala rumah tangga ke skala yang lebih besar di masyarakat," lanjut Halek. [LR/VI/2010]

 



Hari Kemanusiaan Dunia 2010

Bergabung dengan CWS Indonesia merayakan Hari Kemanusiaan Dunia!

Lanjut
ACT Alliance

Church World Service adalah anggota ACT Aliance

Lanjut
Kementrian Sosial Republik Indonesia

Church World Service bekerja di bawah Nota Kesepahaman dengan Kementrian Sosial

Lanjut
The Enough For All Campaign

 utilizes the challenges and opportunities presented by climate change to promote just and ecologically sustainable development.

Lanjut
CROP HUNGER WALKS

Neighbors walking together to take a stand against hunger in our world. Together we raise awareness and funds for international relief and development, as well as local hunger-fighting.

Lanjut