Setelah tidak aktif selama 400 tahun, Gunung Sinabung meletus lagi untuk pertama kalinya pada tanggal 29 Agustus 2010. Sinabung mulai menembakkan lava dan awan abu yang mencapai 1,5 Km ke atas langit, memaksa lebih dari 10.000 orang dari Kabupaten Karo, Sumatera Utara untuk meninggalkan rumah mereka untuk pergi ke tempat yang lebih aman. Orang-orang menderita masalah pernapasan disebabkan oleh abu vulkanik. Dua orang dilaporkan tewas pada saat keadaan dimana orang-orang panik.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengalokasikan Rp 500 juta ($ 55,000) tunai, dua unit pemurni air dan makanan untuk membantu para pengungsi. pemerintah lokal telah menyalurkan 7.000 masker kepada masyarakat, tapi masih belum cukup.
Two men of Karo District wearing mask to prevent respiratory problem caused by volcanic ashes from Mt. Sinabung that first erupted on August 29, 2010 after 400 years of dormant.
(Binsar Bakkara, Courtesy of Associated Press)
Kamp monitoring telah dibangun yang berjarak 3.5 Km dari kawah. Status Gunung Sinabung telah dirubah dari tidak aktif menjadi aktif dan berbahaya.
CWS Indonesia response
CWS Indonesia memonitor keadaan dan akan merespon jika diperlukan.
Untuk informasi selanjutnya, silahkan hubungi:
Dino Satria
Emergency Response Coordinator
+62 811 266330
Berita yang berkaitan